Strict Standards: Declaration of JCacheControllerPage::store() should be compatible with JCacheController::store($data, $id, $group = NULL) in /home/promag/public_html/libraries/joomla/cache/controller/page.php on line 196

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.internal_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 27

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.input_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 28

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.output_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 29

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663
WIRAUSAHA; CARA CEPAT MENJADI KAYA

Promag Mulia


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

DUNIA wirausaha bukanlah hal yang aneh bagi saya. Latar belakang keluarga yang menyandarkan hidup pada pahit manis usaha membuat saya terbiasa hidup dengan bermental entrepreneur. Hampir semua keluarga, baik dari pihak bapak maupun ibu hidup dengan berdagang. Semenjak kecil saya dan ke tiga saudara saya melihat orang tua membangun dan mengembangkan usahanya.

Selain melibatkan kami dalam usaha mereka, orang tua membiasakan kami untuk menggunakan waktu luang dengan baik. Mereka memberi arahan agar kami banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan eonomi bisnis seperti swa sembada, investor, dan berita ekonomi di koran harian


Membaca berbagai buku menumbuhkan motivasi dan semangat untuk mempelajari lebih jauh tentang dunia usaha. Pengetahuan tentang usaha banyak membantu saya ketika mencermati liku-liku usaha yang dijalankan orang tua. Seiring berjalannya waktu, intuisi bisnis merasuk dalam jiwa dan menjadi filosofi hidup saya. Cita-cita menjadi pengusaha terus saya pupuk hingga dewasa.


Kakak laki-laki saya sudah terjun terlebih dahulu menekuni usaha di bidang sapi perah. Saya dengan kakak sulung saya memang telah berkomitmen akan saling bahu membahu membuat kehidupan keluarga terus berubah menjadi lebih baik. Komitmen kami ini mendapat dukungan dari kedua orang tua. Sejak masa perkuliahan menginjak semester lima, bapak sudah melarang saya untuk menjadi pegawai, dan dua bulan kemudian orang tua saya memberi kepercayaan. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2002 orang tua menyerahkan sepenuhnya salah satu usaha penjualan kulit sapi untuk dikelola oleh saya. Bagi saya, hal ini adalah berita yang menggembirakan.


Usaha yang awalnya dikelola oleh bapak sebagai pengembangan dari usaha peternakan dan penjualan daging sapi. Pada pertengahan tahun 2003 dilimpahkan kepada saya untuk mengelolanya. Bapak sendiri ingin lebih fokus ke usaha peternakan sapi dan penjualan dagingnya.


Pada awal pendirian usaha ini, per harinya sekitar 2-5 lembar kulit sapi dapat terjual. Lambat laun, penjualannya semakin bertambah. Sekarang, dalam sehari saya bisa menjual hingga 15 lembar kulit, sedangkan saat mendekati hari raya Idul Adha bisa terjual hingga 25 lembar. Dalam jangka waktu kurang dari dua tahun dengan modal perhari 5-7 juta, saya dapat menjual kulit sapi sampai 400 kg per hari (harga kulit sapi Rp 12.000/kg, per lembarnya berat kulit sapi berkisar antara 25-30 kg).


Saya membeli kulit sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dari para jagal sapi. Lembaran-lembaran kulit sapi yang belum diolah tersebut diambil oleh para bandar (pengepul) besar yang ada di Malang untuk diolah menjadi barang yang siap ekspor.


Untuk menuju RPH saya harus berangkat dari rumah pukul 2.30 WIB. Karena waktu itu, para penjagal sedang memotong para sapi-sapinya. Meski mengantuk, tidak mengurangi semangat saya untuk maju. Dengan dibantu satu orang kuli pada pukul 06.00 WIB, saya sudah bisa menyelesaikan urusan pengumpulan kulit.


Ketika pulang ke rumah, saya mempersiapkan diri untuk kuliah. Selain berdagang, saya pun ikut aktif mengurus senat. Bahkan saya dipercaya menjadi ketua senat mahasiswa ekonomi. Di sela-sela kelelahan yang teramat sangat, selama dua tahun ini saya merasa senang dan berhasil mengatur jadwal yang padat, menyesuaikan antara kuliah, usaha, dan kegiatan lain. Saya begitu menikmatinya. Bagi saya, masa muda sangatlah sayang bila terlewatkan begitu saja hanya untuk hal yang sifatnya hura-hura.


Bagi saya, dengan taraf hidup yang layak dancukup akan memudahkan saya berbuat kebaikan sehingga akan menjadi keberkahan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Kekayaan hati seperti inilah yang senantiasa ditanamkan orang tua kepada saya dan adik-adik saya. Harapan lainnya, dengan berwirausaha saya akan leluasa mendapatkan uang dalam waktu yang relatif singkat, sehingga cita-cita keliling dunia sebagai manifestasi cinta terdalam saya atas kekuasaan Allah yang luas terwujud.


Gerafik penjualan usaha saya semakin meningkat. Bagi saya, hal ini sebenarnya belum seberapa. Apalagi, masih ada beberapa kendala dan hambatan yang harus diatasi, terutama penguasaan ilmu tentang pengolahan kulit sapi menjadi barang yang siap ekspor. Kesulitan lainnya adalah, sampai saat ini saya belum menemukan orang yang dapat membimbing saya agar dapat mengolah kulit sapi tersebut. Akan tetapi, saya yakin suatu saat nanti akan mampu mengolah sendiri kulit sapi tersebut sampai dapat menjadi barang yang siap diekspor. Oleh karena itu, saya harus belajar terus untuk bisa mengolahnya.


Persoalan lain yang saya hadapi, selain banyaknya kompetitor yang bermain di Malang. Target pasar saya pun masih tebatas. Kadang-kadang, saya pun kesulitan untuk berspekulasi karena modal saya yang masih terbatas.


Banyak yang harus saya benahi agar target menjadi eksportir yang memiliki peternakan sapi dapat terwujud. Selain itu, kelak bila memiliki modal yang cukup untuk memperoleh kepercayaan dari para investor, saya ingin memperluas usaha dengan mengelola pom bensin yang berdampingan dengan pujasera dengan sistem waralaba. Sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai makhluk sosial, saya berniat memiliki panti asuhan bagi anak yatim piatu di kota kelahiranku, Malang.


Deretan impian inilah yang membuat tekad saya begitu membara. Saya ingin menjadi pengusaha sukses yang peduli kepada sesama. Keinginan kuat ini menjadi pemacu agar bersemangat menjalani hari-hari saya. Bagi saya, tidak ada kata tidak mungkin bila kita mau mencobanya. Jalan untuk menempuhnya sudah terbentang lebar, sekarang semuanya bergantung pada mau atau tidaknya saya menapaki jalan itu.


Saya selalu mengingat ajaran Robert T. Kiyosaki bahwa orang kaya adalah orang yang bisa membebaskan diri dari jeratan-jeratan waktu yang terbatas, selalu bekerja cerdas, berpikir uang akan bekerja untuk kita, dan mengelola uang dengan berorientasi pada investasi yang produktif. Prinsip tersebut akan menghantar saya menjadi wirausaha kaya yang sukses di dunia dan akhirat.

 

© 2014 Promag Mulia, Promag Team. All right reserved.