Strict Standards: Declaration of JCacheControllerPage::store() should be compatible with JCacheController::store($data, $id, $group = NULL) in /home/promag/public_html/libraries/joomla/cache/controller/page.php on line 196

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.internal_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 27

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.input_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 28

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.output_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 29

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663
KEMISKINAN TEMPATKU BELAJAR ENTREPRENEUR

Promag Mulia


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Sesungguhnya  seluruh mahluk  diciptakan untuk mengabdikan hidupnya  hanya kepada 
Sang Khalik. Oleh allah kita dibekali 
kemampuan dan kelebihan 
yangberbeda setiap  orangnya,
namun  walaupun  berbeda-beda tujuan  kita tetap 
sama, yaitu totalitas  menyembah
kepada Nya.


Setiap orang 
mempunyai  memiliki kelebihan,
seorang guru  diberikan kemampuan  untuk mengajarkan  ilmu yang 
diketahuinya, seorang petani 
diberikan kekuatan  untuk mengarap
sawah  dan ladangnya, begitupun  seorang pengusaha dilahirkan  dengan keahlian  untuk mengelola  dan mengatur 
suatu benda  agar dapat
dimanfaatkan  orang-orang  yang membutuhkan.  Tidak ada 
yang kebetulan  dalam hidup ini,
semua  telah diatur  dengan cermat 
oleh Allah Swt dalam skenario besarNya, Alur kehidupan kita mungkin  saja berbeda 
tepai Allah  senantiasa  memberikan 
pesan yang sama.

 


Saya lahir  di
Paleteang – Pirang tanggal 9 Oktober 
1977 Jauhnya  185 km dari kota
makasar  Saya besar  di kota kecil yang jauh dari kota
keramaian  kota. Ketika masih duduk di
bangku kelas 1 Sekolah Dasar  dan tanpa
sepengetahuan orang tua, saya sudah berjualan 
buah mangga  di sekolah. Hal ini
saya lakukan  hanya sekedar  untuk menambah uang jajan , buah mangga  yang dijual 
saya peroleh dari memunguti  buah
mangga yang jatuh  di halaman rumah. Saya
mengumpulkan  itu ketika malam  hari 
dan pagi hari  sebelum berangkat
sekolah  saya menjual ke teman-teman sekolah  biasanya 
mereka ada yang  langsung membayar  dan adapula 
yang berhutang.

 


Ketika kelas 4 sekolah dasar orang tua saya  memulai usaha barang kelotongan dan saya
sering  dilibatkan   menjual 
di toko  kelontong keluarga ,
Sayangnya toko ini hanya bertahan  sampai
tahun 1994 pada saya saya kelas 2  SMA  karena ibu saya meninggal dunia. Ibu
melahirkan  adik kedua saya, setelah  sebelas hari ibu  meninggal duni. Toko itu tutup  karena tidak ada keluarga  yang memiliki kemampuan   berdagang seperti ibu saya.

 


Usaha keluarga 
bangkrut  saya merasa kesulitan  untuk membiayai  sekolah, jalan terakhir  saya 
harus  meminta bantuan kepada
sanak keluarga  terdekat. Keluarga
terdekat saya  memberikan bantuan  sampai saya lulus SMA, setelah lulus  saya ikut kursus bahasa  Inggris 
dan komputer selama  6 bulan  di kota Makasar.  Saya memilih kursus 
karena tidak dapat melanjutkan  
pendidikan ke  perguruan tinggi  dana saya tidak cukup  untuk membeli 
formulir UMPTN ( Ujian Masuk 
Perhuruan Tinggi  Negeri)  apalagi untuk 
biaya kuliah.

 


Setelah   selesai kursus  saya bekerja 
di sebuah toko buku  yang
baru  berdiri sebagai pramuniaga  selama 15 bulan. Selama  Enam bulan bekerja  saya memberanikan diri  untuk ikut 
kuliah diploma satu (D1)  jurusan
Komputer, bekerja sambil kuliah   mental
dan jiwa Entrepreneur saya   semakin
ditempa. Saya  memahami  makna 
hidup yang sebenarnya  belajar
dari pengalaman  dan realitas   kehidupan yang saya  alami 
membuat saya  harus  berpikir maju 
dan berubah kearah  yang lebih
baik.  Walaupun  kehidupan 
pada waktu itu  serba kekurangan  tetapi 
saya tetap menikmati  dan
mensyukuri  apa pun  yang saya alami  karena 
sya  percaya  pada rahmat dan Kasih Sayang Allah Swt. 

 


Pada Tahun 1998 saya baru bisa masuk  Perguruan Tnggi Swasta , Ternyata  perjalan kuliah  tidak semulus 
yang saya bayangkan  saya harus
mencari  sendiri uang kuliah  setiap semesternya, tetapi alhamdullilah   saya selalu  
mendapatkan   kemudahan untuk  membayar uang 
kuliah.  Jalan selalu terbuka  seperti melalui  bantuan saudara  atau pinjaman 
dari dosen saya. Alhamdulilah 
kuliah sya tepat waktu yaitu3,5 tahun.

 


Pada  saat kuliah
saya  aktif diberbagai  organisasi dan kegiatan kampus  bersama teman-teman  saya sering 
melaksanakan kegiatan   seperti
seminar,  pelatihan, pameran.  Dalam 
aktivita tersebut   kami membiasakan
diri  untuk bisa mencari dana  dan sponsor 
dengan melaksanakan   bazar,
menjual  sticker dan kalender,
hingga   membuat kegiatan  keorganisasian, kami membuat  proposal 
dan mengantarkannya kekantor-kantor 
untuk menawaran jadi sponsor acara.

 


Aktivitas  di
kampus  tersebut  ternyata 
telahmembentuk  jiwa entrepreneur
ship dan leadership saya. Saya melakukan  
berbagai cara  untuk
menyukseskan  kegiatan kampus tersebut,
apalagi   untuk  acara  
seperti seminar  nasional  yang membutuhkan dana besar nilainya
bisa  puluhan juta rupiah ,  meski banyak 
mengikuti kegiatan  yang melatih  kemampuan 
marketing saya masih   belum
menyadari  pentinya entrepreneurship  bagi saya.

 


Suatu ketika  pada lauching 
buku Fadel Muhammad   dengan
judul  “ Aku pilih jadi Pengusaha”   saya hadir di acara tersebut  untuk menunjukan rasa hormat saya   kepada kanda Fadel  pangilan 
anak-anak  Himpunan  Mahasiswa Islam  (HMI)  
sebagai senior  HMI  yang 
dikagumi   dan  bukan karena 
tertarik  untuk menjadi 
pengusaha  akan tetapi di dalam
buku  kanda Fadel  yang saya miliki  beliau menuliskan  pesan singkat 
untuk saya Bastian,  persiapkan  diri jadi 
pengusaha mulai dari sekarang”

 


Menurut saya pesan singkat tersebut  salah alamat 
karena saya merasa  tidak akan
pernah  menjadi  pengusaha. Saya mempunyai  cita-cita menjadi politikus  atau ilmuwan bukan  pengusaha 
sebagaimana  yang dipesankan  kanda Fadel Muhammad.

 


Tidak pernah saya sadari 
ada pesan penting yang Allaah SWT 
hendak disampaikan   kepaada saya
melalui skenario hidupNya.  Ternyata  kemiskinan dan kekurangan adalah
anugerah  yang besar  yang membentuk  sya menjadi entrepreneur. Dengan  kondisi 
yang serba  kekurangan, sya  merasa terlalu sibuk  menghadapi persoalan-persoalan hidup  saya lupa, 
bahwa persoalan yang datang pasti
memiliki hikmah  dan  pelajaran, seharusnya  saya mensyukuri  setiap 
kejadian yang saya  hadapi.

 


Akhirnya persoalan hidup 
yang terjadi berulang-ulang  
membuat saya paham  dan mengerti
kepada  kehendak  Allaah 
bahwa saya harus kuat  dan
jauh  dari  sikap selalu mengeluh  pada 
berbagai   persoalan hidup. Mental dan sikap  bersyukur inilah   yang menjadi   dasar 
seorang  Entrepreneur  dalam melakukan
aktivitas  usahanya, kedua  hal tersebut 
yang membentuk   saya agar selalu  mau mengembangkan diri, berinteraksi  dengan 
lingkungan dan merencanakan usaha untuk masa depan.

 


Awal dari
keinginan  membagi Pengetahuan Komputer   

 


Saat menyusun  tugas
akhir(skripsi) paman meminta saya 
untuk  menemaninya membeli  komputer bekas , dari pengalaman  itu saya 
melihat peluang  usaha penjualan
komputer  bekas  tersebut. Brosur  untuk mempromosikan  usaha jual beli komputer  bekas tersebut  tersebar 
hingga  ke kampus-kampus  dan daerah strategis lainnya. Saya
memperoleh  keuntungan  yang lumayan dari usaha  tersebut.

 


Setelah  kuliah
selesai  saya mencoba membuat  proposal 
penawaran  komputer bekas  ke sekolah-sekolah yang ada  diluar kota makasar.  Agar 
lebih menarik  dan bernilai
jual  saya menambahkan dengan paket  pelatihan komputer gratis  bagi siswa atau guru  di sekolah yang  berminat melakukan  kerja sama 
dengan sama. Pekerjaan ini membutuhkan lobi dan kesabaran  yang baik 
karena tidak semudah  yang
saya  bayangkan,  tidak semua 
sekolah  mampu membeli  perangkat 
komputer  dan paham  akan pentingnya komputer.

 


Namun saya  tidak putus
asa  saya 
terus mencoba  menawarkan
paket  pengadaan komputer  ini. 
Tidak hanya sekolah-sekolah 
sayapun mulai merambah  ke
kantor-kantor Pemerintah Daerah  tingkat
kabupaten dan Kotamadya  di Sulawesi
Selatan. Sayapun menawarkan fasilitas komputer baru  ditambah dengan paket  pelatihan 
komputer  seperti yang saya
tawarkan ke sekolah-sekolah , 
masalah  semakin bertambah  berat 
karena jika  ingin bekerja  sama dengan lembaga pemerintahan  harus memiliki izin  pendirian badan usaha  dan izin lainnya.  wah  pokoknya 
ribetlah.

 


Akan tetapi Alhamdulilah 
saya menjadi  terbiasa  dengan 
persoalan-persoalan  hidup.  Saya 
terus  mengonsumsi  buku-buku 
motivasi karya  Andreas  Harefa, Johanes Lim  dan motivator 
lainnya.  Buku-buku ini membuat
saya   semakin bersemangat   untuk tetap  
berusaha  mewujudkan  idealisme 
dan cita- cita  memasyaratkan  ilmu komputer 
kepada masyarakat   yang  luas 
yang jauh dari sumber informasi.

 


Akhirnya pada  7  Februari 
2003  keluarlah akta perusahaan
kami,  nama perusahaan  kami adalah cv DaTE  informatika. Perusahaan ini didirikan  bersama teman-teman diambil dari  
singkatan  nama kelompok  skripsi 
kami, yaitu Ketut Yudana (Da), Bastian (T) dan Sri Wahyuni
atau Eny (E). Sedangkan, nama informatika
diambil dari jurusan kuliah kami, yaitu Teknik Informatika. Saya masih harus
melengkapi berbagai perizinan lain sebagai persyaratan legalitas untuk memulai
suatu usaha. Dengan sabar, saya penuhi ketentuan pemerintah dengan mengurus
satu persatu perizinan tersebut. Saya mengurus perizinan usaha selama tujuh
bulan.

 


            Sementara
mengurus perizinan, saya mulai menawarkan proposal kerjasama ke berbagai
lembaga sekolah, perguruan tinggi, kepolisian, dinas-dinas pemerintahan, dan
lain sebagainya. Produk pertama yang saya tawarkan selalu dilengkapi dengan
pelatihannya, sesuai tujuan kami bahwa setiap produk harus harus mempunyai
nilai edukasi khususnya dibidang teknologi informasi dan komputer. Namun,
menjual produk yang sesuai dengan idealisme, tidak semudah membalikkan tangan.
Ratusan proposal kerjasama yang saya tawarkan, tak satu pun yang ditanggapi
oleh pihak-pihak yang kami ajak kerja sama.

 


            Akan tetapi,
saya percaya pada hukum peluang paretto
bahwa peluang 80% kegagalan berbanding lurus dengan 20 % keberhasilan. Hal
tersebut membuat saya termotivasi untuk tetap berusaha. Setiap kegagalan selalu
saya evaluasi, mulai dari ide produknya, penyusunan proposal, bahasa proposal,
desain proposal, bentuk presentasi yang baik, performance saat persentasi, dan hal lainnya.

 


            Setelah enam
bulan melakukan penawaran, kami mendapatkan respon. Perusahaan kami dipercaya
untuk mengadakan dua unit komputer di kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari
Propinnsi Sulawesi Tenggara. Setelah itu, order lain mulai berdatangan, tetapi
permintaan yang datang belum sesuai dengan target. Permintaan datang biasanya
hanya sebatas pengadaan produk saja tanpa sharring
pengetahuan tentang ilmu komputer.

 


            Dengan
berjalannya waktu, beberapa sekolah dan perguruan tinggi mulai meminta jasa
kami untuk mengadakan pelatihan komputer, pemasangan jaringan komputer, dan
pembuatan companya profile instansi.
Karena permintaan pelanggan yang terus meningkat pada jasa konsultasi Teknologi
Informasi (IT), kami menambah aplikasi jasa dengan mencoba menawarkan sistem
informasi manajemen untuk berbagai instansi dan kebutuhan. Saat ini, perusahaan
kami masih mengandalkna software dari perusahaan lain untuk dipasarkan, caranya
dengan pembagian fee marketing. Kami
belum sanggup mengadakanmembuat software Sistem Informasi Manajemen (SIM)
sendiri. Konsep usaha kami ini termasuk kategori Berani dan Optimis dengan Otak
Orang Lain (BODOL).

 


            Kami melihat
usaha menjual software SIM ini memiliki prospek yang baik dengan peluang pasar
yang besar. Keuntungan cukup besar dan resikonya relatif lebih kecil dan saya
tidak perlu memikirkan lagi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membuat program
tersebut. Semua elemen sistem yang diperlukan menjadi tanggung jawab perusahaan
yang saya jualkan produknya. Disini, perusahaan kami bertindak sebagai tenaga
marketing. Sampai saat ini sudah ada sekitar lima perusahaan yang bekerja sama
dengan perusahaan kami dalam bidang fee marketing.

 


            Rencana
selanjutnya, kami ingin punya produk sistem informasi manajemen sendiri.
Pengembangan yang telah kami lakukan saat ini adalah membangun SIM di bidang
perhotelan, travel, dan akademik. Produk yang telah selesai dirancang adalah
SIM Anggota Dewan (SIMWANA).

 


            Selain usaha
konsultan IT pun memberikan solusi pembuatan SIM bagi kantor atau instansi yang
membutuhkan. Biasanya saya bekerja sama dengan sekolah-sekolah  untuk pengadaan dan setup laboratorium komputer. Untuk usaha ini, kami menerapkan
konsep BODOL. Kami hanya memanfaatkan jaringan.

 


            Prosesnya,
kami dan konsumen mengadakan akad kesepakatan. Setelah itu, toko komputer yang
mengerjakan order ini. Bermodal kepercayaan, perusahaan kami memperoleh
keringanan untuk dapat mengambil 20 unit komputer dengan cara kredit.

 


            Seiring
dengan pergantian kurikulum Pendidikan Berbasis kompetensi (KBK), Dinas
Pendidikan yang mewajibkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah
Atas (SMA) untuk mempelajari komputer. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi
ksm. Walaupun ada banyak kendala yang kami alami, kami terus majudan memberikan
yang terbaik bagi pelanggan.

 


            Melihat
peluang yang besar dan masih sedikitnya kompetitor dalam usaha ini, maka
rencana selanjutnya perusahaan kami akan terus berkomitmen memberi layanan
usaha finance komputer plus paket pengajaran (edukasi) komputer
bagi peserta didik dan tenaga pengajarnya.

 


            Meski modal
awalnya cukup besar, saya tidak gentar. Kami terus mencari jalan keluar dan
berusaha melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga seperti bank, perusahaan
pembiayaan, dan instansi terkait serta toko komputer untuk mengatasi perangkat
keras (hardware) komputer.

 


            Rencana
untuk saya pribadi, dalam waktu dekat ini saya bertekad menyelesaikan tesis
S2.  Lulus pasca sarjana merupakan
bekalku dalam melanjutkan pendidikan pada program Ph D, di luar negeri. Sekolah
ke luar negeri merupakan persiapan untuk mengembangkan manajemen Perguruan
Tinggi Trilogi, yakni Teknologi Informasi, entrepreneurship,
dan life skill.

 


            Saya
berencana dua tahun lagi sudah mempunyai lembaga pendidikan komputer tentatif
serta dapat melanjutkan bisnis di bidang pendidikan dengan konsep Trilogi
sebagai cikal bakal sekolah tinggi yang berorientasi sukses di dunia dan
akhirat. Saya akan berikhtiar dengan maksimal karena hanya dengan ridho Sang
Khalik, saya dapat mewujudkan impian tersebut.
Sesungguhnya  seluruh mahluk  diciptakan untuk mengabdikan hidupnya  hanya kepada 
Sang Khalik. Oleh allah kita dibekali 
kemampuan dan kelebihan 
yangberbeda setiap  orangnya,
namun  walaupun  berbeda-beda tujuan  kita tetap 
sama, yaitu totalitas  menyembah
kepada Nya.


Setiap orang 
mempunyai  memiliki kelebihan,
seorang guru  diberikan kemampuan  untuk mengajarkan  ilmu yang 
diketahuinya, seorang petani 
diberikan kekuatan  untuk mengarap
sawah  dan ladangnya, begitupun  seorang pengusaha dilahirkan  dengan keahlian  untuk mengelola  dan mengatur 
suatu benda  agar dapat
dimanfaatkan  orang-orang  yang membutuhkan.  Tidak ada 
yang kebetulan  dalam hidup ini,
semua  telah diatur  dengan cermat 
oleh Allah Swt dalam skenario besarNya, Alur kehidupan kita mungkin  saja berbeda 
tepai Allah  senantiasa  memberikan 
pesan yang sama.

 


Saya lahir  di
Paleteang – Pirang tanggal 9 Oktober 
1977 Jauhnya  185 km dari kota
makasar  Saya besar  di kota kecil yang jauh dari kota
keramaian  kota. Ketika masih duduk di
bangku kelas 1 Sekolah Dasar  dan tanpa
sepengetahuan orang tua, saya sudah berjualan 
buah mangga  di sekolah. Hal ini
saya lakukan  hanya sekedar  untuk menambah uang jajan , buah mangga  yang dijual 
saya peroleh dari memunguti  buah
mangga yang jatuh  di halaman rumah. Saya
mengumpulkan  itu ketika malam  hari 
dan pagi hari  sebelum berangkat
sekolah  saya menjual ke teman-teman sekolah  biasanya 
mereka ada yang  langsung membayar  dan adapula 
yang berhutang.

 


Ketika kelas 4 sekolah dasar orang tua saya  memulai usaha barang kelotongan dan saya
sering  dilibatkan   menjual 
di toko  kelontong keluarga ,
Sayangnya toko ini hanya bertahan  sampai
tahun 1994 pada saya saya kelas 2  SMA  karena ibu saya meninggal dunia. Ibu
melahirkan  adik kedua saya, setelah  sebelas hari ibu  meninggal duni. Toko itu tutup  karena tidak ada keluarga  yang memiliki kemampuan   berdagang seperti ibu saya.

 


Usaha keluarga 
bangkrut  saya merasa kesulitan  untuk membiayai  sekolah, jalan terakhir  saya 
harus  meminta bantuan kepada
sanak keluarga  terdekat. Keluarga
terdekat saya  memberikan bantuan  sampai saya lulus SMA, setelah lulus  saya ikut kursus bahasa  Inggris 
dan komputer selama  6 bulan  di kota Makasar.  Saya memilih kursus 
karena tidak dapat melanjutkan  
pendidikan ke  perguruan tinggi  dana saya tidak cukup  untuk membeli 
formulir UMPTN ( Ujian Masuk 
Perhuruan Tinggi  Negeri)  apalagi untuk 
biaya kuliah.

 


Setelah   selesai kursus  saya bekerja 
di sebuah toko buku  yang
baru  berdiri sebagai pramuniaga  selama 15 bulan. Selama  Enam bulan bekerja  saya memberanikan diri  untuk ikut 
kuliah diploma satu (D1)  jurusan
Komputer, bekerja sambil kuliah   mental
dan jiwa Entrepreneur saya   semakin
ditempa. Saya  memahami  makna 
hidup yang sebenarnya  belajar
dari pengalaman  dan realitas   kehidupan yang saya  alami 
membuat saya  harus  berpikir maju 
dan berubah kearah  yang lebih
baik.  Walaupun  kehidupan 
pada waktu itu  serba kekurangan  tetapi 
saya tetap menikmati  dan
mensyukuri  apa pun  yang saya alami  karena 
sya  percaya  pada rahmat dan Kasih Sayang Allah Swt. 

 


Pada Tahun 1998 saya baru bisa masuk  Perguruan Tnggi Swasta , Ternyata  perjalan kuliah  tidak semulus 
yang saya bayangkan  saya harus
mencari  sendiri uang kuliah  setiap semesternya, tetapi alhamdullilah   saya selalu  
mendapatkan   kemudahan untuk  membayar uang 
kuliah.  Jalan selalu terbuka  seperti melalui  bantuan saudara  atau pinjaman 
dari dosen saya. Alhamdulilah 
kuliah sya tepat waktu yaitu3,5 tahun.

 


Pada  saat kuliah
saya  aktif diberbagai  organisasi dan kegiatan kampus  bersama teman-teman  saya sering 
melaksanakan kegiatan   seperti
seminar,  pelatihan, pameran.  Dalam 
aktivita tersebut   kami membiasakan
diri  untuk bisa mencari dana  dan sponsor 
dengan melaksanakan   bazar,
menjual  sticker dan kalender,
hingga   membuat kegiatan  keorganisasian, kami membuat  proposal 
dan mengantarkannya kekantor-kantor 
untuk menawaran jadi sponsor acara.

 


Aktivitas  di
kampus  tersebut  ternyata 
telahmembentuk  jiwa entrepreneur
ship dan leadership saya. Saya melakukan  
berbagai cara  untuk
menyukseskan  kegiatan kampus tersebut,
apalagi   untuk  acara  
seperti seminar  nasional  yang membutuhkan dana besar nilainya
bisa  puluhan juta rupiah ,  meski banyak 
mengikuti kegiatan  yang melatih  kemampuan 
marketing saya masih   belum
menyadari  pentinya entrepreneurship  bagi saya.

 


Suatu ketika  pada lauching 
buku Fadel Muhammad   dengan
judul  “ Aku pilih jadi Pengusaha”   saya hadir di acara tersebut  untuk menunjukan rasa hormat saya   kepada kanda Fadel  pangilan 
anak-anak  Himpunan  Mahasiswa Islam  (HMI)  
sebagai senior  HMI  yang 
dikagumi   dan  bukan karena 
tertarik  untuk menjadi 
pengusaha  akan tetapi di dalam
buku  kanda Fadel  yang saya miliki  beliau menuliskan  pesan singkat 
untuk saya Bastian,  persiapkan  diri jadi 
pengusaha mulai dari sekarang”

 


Menurut saya pesan singkat tersebut  salah alamat 
karena saya merasa  tidak akan
pernah  menjadi  pengusaha. Saya mempunyai  cita-cita menjadi politikus  atau ilmuwan bukan  pengusaha 
sebagaimana  yang dipesankan  kanda Fadel Muhammad.

 


Tidak pernah saya sadari 
ada pesan penting yang Allaah SWT 
hendak disampaikan   kepaada saya
melalui skenario hidupNya.  Ternyata  kemiskinan dan kekurangan adalah
anugerah  yang besar  yang membentuk  sya menjadi entrepreneur. Dengan  kondisi 
yang serba  kekurangan, sya  merasa terlalu sibuk  menghadapi persoalan-persoalan hidup  saya lupa, 
bahwa persoalan yang datang pasti
memiliki hikmah  dan  pelajaran, seharusnya  saya mensyukuri  setiap 
kejadian yang saya  hadapi.

 


Akhirnya persoalan hidup 
yang terjadi berulang-ulang  
membuat saya paham  dan mengerti
kepada  kehendak  Allaah 
bahwa saya harus kuat  dan
jauh  dari  sikap selalu mengeluh  pada 
berbagai   persoalan hidup. Mental dan sikap  bersyukur inilah   yang menjadi   dasar 
seorang  Entrepreneur  dalam melakukan
aktivitas  usahanya, kedua  hal tersebut 
yang membentuk   saya agar selalu  mau mengembangkan diri, berinteraksi  dengan 
lingkungan dan merencanakan usaha untuk masa depan.

 


Awal dari
keinginan  membagi Pengetahuan Komputer   

 


Saat menyusun  tugas
akhir(skripsi) paman meminta saya 
untuk  menemaninya membeli  komputer bekas , dari pengalaman  itu saya 
melihat peluang  usaha penjualan
komputer  bekas  tersebut. Brosur  untuk mempromosikan  usaha jual beli komputer  bekas tersebut  tersebar 
hingga  ke kampus-kampus  dan daerah strategis lainnya. Saya
memperoleh  keuntungan  yang lumayan dari usaha  tersebut.

 


Setelah  kuliah
selesai  saya mencoba membuat  proposal 
penawaran  komputer bekas  ke sekolah-sekolah yang ada  diluar kota makasar.  Agar 
lebih menarik  dan bernilai
jual  saya menambahkan dengan paket  pelatihan komputer gratis  bagi siswa atau guru  di sekolah yang  berminat melakukan  kerja sama 
dengan sama. Pekerjaan ini membutuhkan lobi dan kesabaran  yang baik 
karena tidak semudah  yang
saya  bayangkan,  tidak semua 
sekolah  mampu membeli  perangkat 
komputer  dan paham  akan pentingnya komputer.

 


Namun saya  tidak putus
asa  saya 
terus mencoba  menawarkan
paket  pengadaan komputer  ini. 
Tidak hanya sekolah-sekolah 
sayapun mulai merambah  ke
kantor-kantor Pemerintah Daerah  tingkat
kabupaten dan Kotamadya  di Sulawesi
Selatan. Sayapun menawarkan fasilitas komputer baru  ditambah dengan paket  pelatihan 
komputer  seperti yang saya
tawarkan ke sekolah-sekolah , 
masalah  semakin bertambah  berat 
karena jika  ingin bekerja  sama dengan lembaga pemerintahan  harus memiliki izin  pendirian badan usaha  dan izin lainnya.  wah  pokoknya 
ribetlah.

 


Akan tetapi Alhamdulilah 
saya menjadi  terbiasa  dengan 
persoalan-persoalan  hidup.  Saya 
terus  mengonsumsi  buku-buku 
motivasi karya  Andreas  Harefa, Johanes Lim  dan motivator 
lainnya.  Buku-buku ini membuat
saya   semakin bersemangat   untuk tetap  
berusaha  mewujudkan  idealisme 
dan cita- cita  memasyaratkan  ilmu komputer 
kepada masyarakat   yang  luas 
yang jauh dari sumber informasi.

 


Akhirnya pada  7  Februari 
2003  keluarlah akta perusahaan
kami,  nama perusahaan  kami adalah cv DaTE  informatika. Perusahaan ini didirikan  bersama teman-teman diambil dari  
singkatan  nama kelompok  skripsi 
kami, yaitu Ketut Yudana (Da), Bastian (T) dan Sri Wahyuni
atau Eny (E). Sedangkan, nama informatika
diambil dari jurusan kuliah kami, yaitu Teknik Informatika. Saya masih harus
melengkapi berbagai perizinan lain sebagai persyaratan legalitas untuk memulai
suatu usaha. Dengan sabar, saya penuhi ketentuan pemerintah dengan mengurus
satu persatu perizinan tersebut. Saya mengurus perizinan usaha selama tujuh
bulan.

 


            Sementara
mengurus perizinan, saya mulai menawarkan proposal kerjasama ke berbagai
lembaga sekolah, perguruan tinggi, kepolisian, dinas-dinas pemerintahan, dan
lain sebagainya. Produk pertama yang saya tawarkan selalu dilengkapi dengan
pelatihannya, sesuai tujuan kami bahwa setiap produk harus harus mempunyai
nilai edukasi khususnya dibidang teknologi informasi dan komputer. Namun,
menjual produk yang sesuai dengan idealisme, tidak semudah membalikkan tangan.
Ratusan proposal kerjasama yang saya tawarkan, tak satu pun yang ditanggapi
oleh pihak-pihak yang kami ajak kerja sama.

 


            Akan tetapi,
saya percaya pada hukum peluang paretto
bahwa peluang 80% kegagalan berbanding lurus dengan 20 % keberhasilan. Hal
tersebut membuat saya termotivasi untuk tetap berusaha. Setiap kegagalan selalu
saya evaluasi, mulai dari ide produknya, penyusunan proposal, bahasa proposal,
desain proposal, bentuk presentasi yang baik, performance saat persentasi, dan hal lainnya.

 


            Setelah enam
bulan melakukan penawaran, kami mendapatkan respon. Perusahaan kami dipercaya
untuk mengadakan dua unit komputer di kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari
Propinnsi Sulawesi Tenggara. Setelah itu, order lain mulai berdatangan, tetapi
permintaan yang datang belum sesuai dengan target. Permintaan datang biasanya
hanya sebatas pengadaan produk saja tanpa sharring
pengetahuan tentang ilmu komputer.

 


            Dengan
berjalannya waktu, beberapa sekolah dan perguruan tinggi mulai meminta jasa
kami untuk mengadakan pelatihan komputer, pemasangan jaringan komputer, dan
pembuatan companya profile instansi.
Karena permintaan pelanggan yang terus meningkat pada jasa konsultasi Teknologi
Informasi (IT), kami menambah aplikasi jasa dengan mencoba menawarkan sistem
informasi manajemen untuk berbagai instansi dan kebutuhan. Saat ini, perusahaan
kami masih mengandalkna software dari perusahaan lain untuk dipasarkan, caranya
dengan pembagian fee marketing. Kami
belum sanggup mengadakanmembuat software Sistem Informasi Manajemen (SIM)
sendiri. Konsep usaha kami ini termasuk kategori Berani dan Optimis dengan Otak
Orang Lain (BODOL).

 


            Kami melihat
usaha menjual software SIM ini memiliki prospek yang baik dengan peluang pasar
yang besar. Keuntungan cukup besar dan resikonya relatif lebih kecil dan saya
tidak perlu memikirkan lagi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membuat program
tersebut. Semua elemen sistem yang diperlukan menjadi tanggung jawab perusahaan
yang saya jualkan produknya. Disini, perusahaan kami bertindak sebagai tenaga
marketing. Sampai saat ini sudah ada sekitar lima perusahaan yang bekerja sama
dengan perusahaan kami dalam bidang fee marketing.

 


            Rencana
selanjutnya, kami ingin punya produk sistem informasi manajemen sendiri.
Pengembangan yang telah kami lakukan saat ini adalah membangun SIM di bidang
perhotelan, travel, dan akademik. Produk yang telah selesai dirancang adalah
SIM Anggota Dewan (SIMWANA).

 


            Selain usaha
konsultan IT pun memberikan solusi pembuatan SIM bagi kantor atau instansi yang
membutuhkan. Biasanya saya bekerja sama dengan sekolah-sekolah  untuk pengadaan dan setup laboratorium komputer. Untuk usaha ini, kami menerapkan
konsep BODOL. Kami hanya memanfaatkan jaringan.

 


            Prosesnya,
kami dan konsumen mengadakan akad kesepakatan. Setelah itu, toko komputer yang
mengerjakan order ini. Bermodal kepercayaan, perusahaan kami memperoleh
keringanan untuk dapat mengambil 20 unit komputer dengan cara kredit.

 


            Seiring
dengan pergantian kurikulum Pendidikan Berbasis kompetensi (KBK), Dinas
Pendidikan yang mewajibkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah
Atas (SMA) untuk mempelajari komputer. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi
ksm. Walaupun ada banyak kendala yang kami alami, kami terus majudan memberikan
yang terbaik bagi pelanggan.

 


            Melihat
peluang yang besar dan masih sedikitnya kompetitor dalam usaha ini, maka
rencana selanjutnya perusahaan kami akan terus berkomitmen memberi layanan
usaha finance komputer plus paket pengajaran (edukasi) komputer
bagi peserta didik dan tenaga pengajarnya.

 


            Meski modal
awalnya cukup besar, saya tidak gentar. Kami terus mencari jalan keluar dan
berusaha melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga seperti bank, perusahaan
pembiayaan, dan instansi terkait serta toko komputer untuk mengatasi perangkat
keras (hardware) komputer.

 


            Rencana
untuk saya pribadi, dalam waktu dekat ini saya bertekad menyelesaikan tesis
S2.  Lulus pasca sarjana merupakan
bekalku dalam melanjutkan pendidikan pada program Ph D, di luar negeri. Sekolah
ke luar negeri merupakan persiapan untuk mengembangkan manajemen Perguruan
Tinggi Trilogi, yakni Teknologi Informasi, entrepreneurship,
dan life skill.

 


            Saya
berencana dua tahun lagi sudah mempunyai lembaga pendidikan komputer tentatif
serta dapat melanjutkan bisnis di bidang pendidikan dengan konsep Trilogi
sebagai cikal bakal sekolah tinggi yang berorientasi sukses di dunia dan
akhirat. Saya akan berikhtiar dengan maksimal karena hanya dengan ridho Sang
Khalik, saya dapat mewujudkan impian tersebut.

 

© 2014 Promag Mulia, Promag Team. All right reserved.