Strict Standards: Declaration of JCacheControllerPage::store() should be compatible with JCacheController::store($data, $id, $group = NULL) in /home/promag/public_html/libraries/joomla/cache/controller/page.php on line 196

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.internal_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 27

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.input_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 28

Deprecated: iconv_set_encoding(): Use of iconv.output_encoding is deprecated in /home/promag/public_html/libraries/joomla/string/string.php on line 29

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663
8 Jurus Sukses Bisnis Laundry

Promag Mulia


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 660

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/promag/public_html/libraries/joomla/filter/input.php on line 663

Bisnis laundry adalah bisnis jasa yang super kompleks. Berikut ini ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan supaya manajemen bagus dan usaha dapat berkembang dengan wajar:


1. Konsep Usaha

Yang dimaksud konsep usaha di sini adalah apakah bisnis laundry Ibu hanya sekedar melayani orang cuci baju atau Ibu ingin membangun sebuah bisnis jasa laundry yang besar dan menguasai pangsa pasar yang luas? Jika hanya sekadar melayani orang cuci baju, Ibu dapat tampil apa adanya, peralatan seadanya, tenaga seadanya, hasil kerja pun seadanya. Namun jika Ibu ingin membangun sebuah bisnis laundry yang besar dan menguasai pangsa pasar yang luas, Ibu harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarananya sejak awal, meskipun hal ini bisa saja akan ditertawakan orang pada awalnya. Konsep usaha ini sering saya sebut sebagai visi.

2. Peralatan/Perlengkapan Kerja

Yang dimaksud peralatan atau perlengkapan kerja ini mulai dari mesin cuci, alat pengering, setrika listrik, meja setrika, alat pengemas, sampai dengan rak tempat menampung hasil cucian yang siap diserahterimakan ke konsumen. Dalam bisnis jasa laundry, peralatan/perlengkapan kerja ini berperan penting dalam menghasilkan kualitas hasil kerja yang baik.Di pasaran banyak tersedia peralatan dan perlengkapan kerja seperti ini. Pilihlah yang kualitasnya diatas ratarata namun harganya tetap terjangkau.

Ibu hanya akan dapat memilih peralatan/perlengkapan secara tepat setelah melakukan survei langsung dan melakukan uji coba. Jadi semua peralatan/ perlengkapan tersebut baru akan dipakai jika sudah lolos uji coba. Inilah peran QC (Quality Control) yang Ibu jalankan langsung demi mendapatkan kualitas hasil kerja yang bagus. Banyak pelaku usaha laundry rumahan menyepelekan hal ini yang mengakibatkan berbagai pemborosan.

3. Bahan Baku

Bisnis laundry membutuhkan bahan baku, mulai dari deterjen pencuci, cairan pewangi, cairan pelembut kain, sampai dengan cairan pelicin pakaian. Semua cairan ini adalah bahan kimia.

Ada 3 syarat yang harus dipenuhi bahan kimia ini, yakni :

· Aman bagi kain/pakaian yang dicuci,

· Aman bagi kulit/kesehatan karyawan dan

· Aman bagi lingkungan (berkaitan dengan limbah).

Ibu harus selektif memilihnya. Banyak pelaku usaha laundry yang menggunakan bahan baku laundry dari negeri antah berantah, asal murah, tanpa merek atau nama produsen dan tentu saja tidak diketahui apakah kandungan kimianya aman atau tidak. Tentu saja penggunaan bahan baku seperti ini dapat berakibat buruk bagi kain/ pakaian yang dicuci, bagi kesehatan karyawan dan bagi lingkungan. Untuk mendapatkan bahan baku yang aman dan berkualitas, seyogyanya Ibu bermitra dengan pabrikan obat kimia atau laboratoriumlaboratorium kimia milik sekolah atau universitas.

Dengan cara ini, selain membangun bisnis laundrynya, Ibu juga dapat membangun bisnis bahan baku pendukungnya yang dapat diberi merek atas nama sendiri. Tentu lebih menguntungkan untuk kedepannya.

4. Tenaga Terampil

Karyawan untuk bisnis laundry bukanlah orang yang hanya bisa mencuci dengan mesin cuci dan menyetrika baju saja. Tetapi harus memiliki ketrampilan lain yang lebih spesifik, yakni memahami

cara memperlakukan baju berdasarkan bahan atau kainnya. Keteledoran karyawan yang paling sering adalah :

· Menghilangkan cucian,

· Salah menyetrika yang menyebabkan baju mengkerut atau terbakar/tidak rapi,

· Salah mencuci yang menyebabkan baju luntur warnanya,

· Salah mengemas yang menyebabkan baju tertukar.

Kesalahan fatal untuk bisnis jasa seperti ini tidak akan terjadi jika Ibu memiliki tenaga terampil yang mengerti dan memahami deskripsi pekerjaannya dan bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya. Semuanya bisa diperoleh melalui training dasar dan re-training. Dalam konsep bisnis disebut sebagai training berkelanjutan.

Sanggupkah Ibu melakukan training berkelanjutan untuk karyawan atau hanya sekedar cukup dengan ketrampilan yang mereka miliki sekarang?

5. Kemasan Saji

Banyak pelaku usaha laundry bertindak semena-mena terhadap konsumen dengan mengemas hasil cucian seadanya (menggunakan plastik bekas). Ini tindakan ceroboh paling parah yang menyebabkan usaha laundry itu tidak berkembang.

Padahal kunci suksesnya sangat mudah, kemaslah secara menarik maka konsumen pun akan berterimakasih dan datang kembali berturut-turut membawa cucian yang lebih banyak. Pengemasan harus dilakukan dengan rapi, menghindari kontaminasi dengan udara luar untuk mencegah debu menempel, dan berikanlah tas yang beridentitas bisnis kita sebagai langkah promosi murah meriah.

6. Kualitas Hasil Kerja

Banyak pelaku usaha laundry yang asal cuci. Akibatnya, baju yang dicuci di laundry tersebut makin lama bukannya makin cemerlang warnanya, tetapi makin buram dan terlihat kotor. Bahkan banyak baju yang berbau tidak sedap. Mengapa bisa demikian? Ini disebabkan proses kerja yang tidak benar. Kualitas hasil kerja yang baik itu ditentukan dari bahan baku berkualitas dan proses finishing yang baik.

Kuncinya adalah baju kotor yang dicuci di laundry kita harus lebih bersih daripada sebelumnya. Prinsipnya, jika konsumen mendapati bajunya makin bersih dan wangi tiap habis dicuci ditempat laundry Ibu, pasti konsumen itu akan kembali lagi dengan sukarela.

7. Fasilitas Layanan Dan Garansi

Jika konsumen sudah rela memberikan rezeki untuk kita, apa yang kita lakukan untuk konsumen? Satu-satunya yang fair adalah memberikan fasilitas layanan dan garansi atas kualitas hasil kerja kita. Fasilitas layanan yang paling umum adalah antar jemput gratis. Sedangkan garansi yang paling umum adalah mengganti cucian yang hilang atau rusak dengan nilai rupiah tertentu.

Apakah konsumen merasa diuntungkan dengan hal tersebut?

TIDAK! Konsumen laundry hanya akan diuntungkan jika baju-baju kotornya kembali dalam kondisi lebih bersih. Jadi, jangan sekali-sekali mengunggulkan fasilitas layanan dan garansi sebagai senjata utama untuk merangkul hati konsumen. Fasilitas layanan dan garansi hanyalah sebatas pemanis saja dalam bisnis laundry kita.

8. Pengelolaan Pelanggan

Banyak pelaku usaha laundry tidak mampu eksis dalam jangka panjang karena tidak mampu mengelola pelanggan. Mengelola pelanggan di sini bukanlah dengan cara rutin menelepon pelanggan dan meminta baju-baju kotornya untuk dicucikan.

Pengelolaan pelanggan di sini diartikan dalam lingkup yang lebih luas sebagai ciri khas usaha jasa, yakni memberikan kualitas hasil kerja yang terbaik untuk konsumen dan membuat konsumen merasakan ketergantungan dengan bisnis laundry kita. Jadi, di sini konsumen yang tergantung kepada kita, bukan kita yang tergantung kepada konsumen. Buatlah database dan kelolalah dengan baik.

Nah, sudahkah Ibu melakukan ke-8 hal di atas. Dengan cara ini usaha Ibu akan berkembang dengan baik dan dapat menguasai pasar diwilayah yang dikehendaki. ***

 

© 2014 Promag Mulia, Promag Team. All right reserved.